Laman

Jumat, 23 September 2011

Laporan Biologi Pertumbuhan Kecambah Tumbuhan Kacang Tanah



Halaman Pengesahan

Karya Ilmiah remaja dengan judul “Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Kecambah Tanaman Kacang Hijau” telah diterima dan disahkan pada :
hari :
tanggal :
tempat :

Oleh
Mengetahui Guru Biologi


Zaroni S.Pd
NIP :







Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karena masih banyak orang membuat kecambah kacang hijau dengan cara kenvensional, padahal berhasil tidaknya kecambah kacang hijau dipengaruhi oleh rangsangan yang berasal dari lingkungan seperti sinar matahari yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kecambah kacang hijau.
Penulis melakukan penelitian kecambah kacang hijau dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda. Masing-masing pot diletakkan ditempat gelap (tidak terkena cahaya), ditempat teduh (di dalam ruangan ), ditempat yang terang (terkena cahaya langsung).
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, cahaya tidak langsung sangat baik untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau. Sedangkan cahaya langsung menghambat laju pertumbuhan kecambah kacang hijau.










DAFTAR ISI
Judul..................................................................................................................................i
Halaman Pengesahan........................................................................................................ 1
Abstrak.............................................................................................................................  2
Daftar Isi........................................................................................................................... 3
BAB I             PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang................................................................................... 4
B.     Rumusan Masalah.............................................................................. 5
C.     Tujuan Penelitian............................................................................... 5
D.    Manfaat Penelitian............................................................................. 5
E.     Hipotesis............................................................................................ 5
BAB II                        KAJIAN TEORI
A.    Pengertian Pertumbuhan dan Perkecambahan................................... 6
B.     Macam-macam Perkecambahan........................................................ 6
C.     Proses Perkecambahan....................................................................... 7
D.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi..................................................... 7
BAB IV          METODOLOGI PENELITIAN
A.    Metode..............................................................................................10
B.     Alat dan Bahan..................................................................................10
C.     Prosedur.............................................................................................10
BAB IV          HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Penelitian..................................................................................12
B.     Pembahasan.......................................................................................14
BAB V            SIMPULAN DAN SARAN
A.    Simpulan............................................................................................15
B.     Saran..................................................................................................15
BAB VI          PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Salah satu ciri makhluk hidup adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Begitu juga dengan pertumbuhan kecambah kacang hijau juga mengalami hal tersebut. Pertumbuhan adalah peningkatan ukuran yang bersifat permanen (tetap) dan tidak dapat dibalik, sedangkangkan perkembangan adalah proses perubahan menuju dewasa. Biji kacang hijau dikatakan mengalami pertumbuhan dan perkembangan jika sudah mulai berkecambah.
Banyak orang membuat kecambah kacang hijau dengan cara konvensional, padahal pertumbuhan kecambah kacang hijau akan cepat mengalami perkembangan dan pertumbuhan dengan rangsangan yang berasal dari lingkungan seperti cahaya matahari yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kecambah kacang hijau.
Dalam ekosistem terdapat dua macam komponen yang saling ketergantungan, yaitu komponenbiotik dan komponen abiotik . Komponen biotik terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia.Sedangkan komponen abiotik antara lain: udara, gas, angin, cahaya, matahari, dan sebagainya.Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi, misalnya, tumbuhan memerlukancahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, kami mengadakan penelitian untuk mengetahui apakah benar ada pengaruh cahaya matahari terhadap perkecambahankacang hijau.


B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah tanaman pada saat perkecambahan memerlukan cahaya matahari untuk pertumbuhannya?
2.      Apakah intensitas cahaya berpengaruh pada pertumbuhan kecambah?
3.      Apa perbedaan yang terjadi diantara ke tiga kecambah?

C.     Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui pengaruh cahaya matahri terhadap kecepatan pertumbuhan kecambah kacang hijau.
2.      Untuk mengetahiu bagaimana cahaya matahari dapat mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau.

D.    Manfaat Penelitian
1.      Meningkatkan pengetahuan tambahan tentang pencahayaan yang baik untuk pertumbuhan kecambah kacang hijau.
2.      Dapat mengetahui apakah keadaan gelap atau minim cahaya berpengaruh buruk pada tumbuhan, atau sebaliknya.

E.     Hipotesis
1.      Menurut dugaan kami bahwa cahaya matahari dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau karena tumbuhan mempunyai klorofil untuk berfotosintesis.
2.      Tumbuhan kacang hijau yang ditanam tanpa cahaya matahari hasilnya berbeda dengan tumbuhan kacang hijau yang ditanam dengan menggunakan cahaya matahari.




BAB II
KAJIAN TEORI
A.    Pengertian Pertumbuhan dan Perkecambahan
Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversibel (tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel. Tumbuhan bertambah tinggi dan besar disebabkan oleh dua hal berikut :
1.      Pertambahan jumlah sel sebagai hasil pembelahan mitosis pada meristem     di titik tumbuh primer dan sekunder.
2.      Pertambahan komponen-komponen seluler dan adanya diferensiasi sel
Perkecambahan adalah munculnya platula (tanaman kecil dari dalam biji).
B.     Macam-macam Perkecambahan
Perkecambahan biji dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
·         Epigeal
Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah, misalnya pada kacang hijau (Phaseoulus radiatus).
·         Hipogeal
Perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di bawah tanah. Misalnya pada biji kacang kapri (Pisum sativum)
(Pratiwi. 2006)
  1. Proses Perkecambahan
Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti "minum"). Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karenasel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik.
Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Berdasarkan kajian ekspresi gen padatumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwa pada perkecambahan lokus-lokus yang mengatur pemasakan embrio, seperti ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3 (ABI3), FUSCA 3 (FUS3), danLEAFY COTYLEDON 1 (LEC1) menurun perannya (downregulated) dan sebaliknya lokus-lokus yang mendorong perkecambahan meningkat perannya (upregulated), seperti GIBBERELIC ACID 1(GA1), GA2GA3GAIERA1PKLSPY, dan SLY. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebut Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRNA
Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah.
  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi
1.      Faktor Luar
  1. Air dan Mineral Þ berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal.
  1. Kelembaban.
  1. Suhu  di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan.
  1. Cahaya mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat.
    Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap
    Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran.


2.       Faktor Dalam
  1. Faktor hereditas.
      B.  Hormon.
a.
Auksin
adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.
- membantu perkecambahan
- dominasi apical
b.
Giberelin
Senyawa ini dihasilkan oleh jamur Giberella fujikuroi atau Fusarium moniliformae, ditemukan oleh F. Kurusawa.
Fungsi giberelin :
- pemanjangan tumbuhan
- berperan dalam partenokarpi
c.
Sitokinin
Pertama kali ditemukan pada tembakau. Hormon ini merangsang pembelahan sel.
d.
Gas etilen
Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua
e.
Asam absiat
f.
Florigen
g.
Kalin
Hormon pertumbuhan organ, terdiri dari :
- Rhizokalin
- Kaulokali
- Filokalin
- Antokalin
h.
Asam traumalin atau kambium luka
Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi luka














BAB III
                                 METODOLOGI PENELITIAN
B.     Metode
1.      Metode Pengamatan (Observasi)
Metode observasi adalah pengamatan secara langsung yang meliputi kegiatan pemuatan perhatianterhadap suatu objek dengan menggunkan seluruh alat indera.
2.      Metode Studi Pustaka
Metode studi pustaka adalah metode yang menggunakan sumber-sumber pustaka, berupa buku, artikel yang lainnya yang berkatian dengan maslah yang dibahas.
3.      Metode Media Internet
Penulis menggunakan dan memanfaatkan internet untuk membantu menyelesaikan laporan ini.
B.  Alat dan Bahan
             1.  6 buah pot yang diisi tanah
             2.  Mistar dan alat tulis
             3.  Air
            4.  50 biji kacang hijau
C.   Prosedur
1.      Tanamlah 30 biji kacang hijau dalam masing-masing pot. Berilah label pada ke enam pot tersebut, masing-masing pot 1-6 atau A1-C2.
2.      Letakkan pot A1 dan A2 di tempat terang dan pot B1 dan B2 pada tempat teduh, dan C1 dan C2 pada tempat gelap, siramilah setiap hari selama 5 hari.
3.      Jika biji telah tumbuh ukurlah panjang batang (tinggi kecambah) dari kedua tanaman di pot tersebut. Pengukuran dimulai dari permukaan tanah hingga ujung batang.
4.      Lakukan pengukuran tersebut setiap hari selama 5 hari.
5.      Tuliskan hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.
6.      Hitunglah rata-rata tinggi kecambah tiap hari untuk ketiga percobaan tersebut. Dihari ke lima, hitunglah rata-rata kecambah kacang hijau.
7.      Buatlah grafik pertumbuhan rata-rata kecambah kacang hijau.
8.      Buatlah kesimpulan tentang kecepatan tumbuh kembang kecambah pada tempat yang berbeda intensitas cahayanya.











BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Penelitian
1.      Tabel Pengamatan

A1
A2
Hari ke
1
2
3
4
5
rata-rata
1
2
3
4
5
rata-rata
1
5
5
5
5
5
5
16
16
14
14
14
14,8
2
6
6
7
6
6
6,2
17
17
16
16
16
16,4
3
6,5
6
6,5
8,5
7,5
7
15,5
16
15
15
17,5
15,8
4
7,5
6
7,8
9,5
7,7
7,7
15,5
16
15
15
17,6
15,82
5
8
7
7
5,5
5,5
6,6
15,5
16
15
15
17,8
15,86
Rata-rata keseluruhan
6,5
15,7

B1
B2
1
2
3
4
5
rata-rata
1
2
3
4
5
rata-rata
10
10
10
10
10
10
14
14
14
14
14
14
14
13,5
11,5
13,5
11,5
12,8
14
14
14
14
14
14
8,5
13
12
11
10,5
11,2
14,5
14
15
14,5
14
14,4
9
13
13,5
11
11
11,5
15
16
15
15,5
14
15,1
8
12,5
13,5
12
11,5
11,5
15
14
15
15,5
13,5
14,6
rata-rata keseluruhan
11,4
14,4






C1
C2
1
2
3
4
5
rata-rata
1
2
3
4
5
rata-rata
9
14
14
14
14
13
14
14
14
14
14
14
10
15
15
13
16,5
13,9
14
14
14
14
16
14,4
11,5
18
17
14
11,5
14,4
15,5
15,3
15
17
12,5
14,8
12
18,5
16
14,1
12
14,5
17
17
15,5
16
18
16,7
13
18
16,3
14
11,5
14,5
17,2
17,3
15
15,5
15
16
rata-rata keseluruhan
14,26

15,18

2.      Grafik Pengamatan
 
















B.     Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan telah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perkecambahan di tempat yang memiliki intensitas cahaya yang terang dan gelap. Hal ini menunjukkan bahwa gelap atau terangnya suatu tempat dapat mempengaruhi perkecambahan kacang hijau.
Bedasarkan tabel diatas tentang perkembangan biji kacang hijau, tampak bahwa perkembangan peling cepat adalah perkembangan kacang hijau pada tempat yang gelap. Pada hari pertama pengamatan, dimasing-masing tempat menunjukkan bahwa biji kacang hijau belum menunjukkan perkembangan sama sekali. Selainitu, pengaruh zat auksin yang terdapat pada pada tumbuhan sangat mempengaruhi perkecambahan pada biji kacang hijau. Zat auksin pada tumbuhan berfungsi untuk pertumbuhan bagi tanaman dan menjadi penghambat pertumbuhan tanaman jika terkena cahaya matahari. Sehingga dapat dikatakan bahwa pertumbuhan tanaman di tempat gelap lebih panjang daripada ditempat terang karena zat auksin pada tempat gelap tidak terganggu fungsinya. Atau dapat dikatakan bahwa zat auksin tidak dapat bekerja secara maksimal jika terkena cahaya matahari, dan sebaliknya zat auksin dapat bekerja secara maksimal jika berada pada tempat yang cenderung lebih gelap.
        Cahaya yang ditanam di tempat gelap akan tumbuh lebih cepat/tinggi daripada yang ditempat terang. Hal ini disebabkan karena pengaruh auksin (hormon tumbuhan yang mengatur pertumbuha sel di meristem ujung ) yang terdapat pada pucuk akan terurai jika terkena cahaya matahari. Namun, tumbuhan di tempat gelap akan tampak kuning, pucat, kurus, daunnya tidak berkembang, dan lama-lama akan mati setelah cadangan makanannya habis. Ini karena cahaya juga merangsang pembentukkan klorofil, tumbuhan di tempat gelap tidak dapat membuat klorofil dan akhirnya tidak dapat membuat makanannya sendiri( fotosintesis ).


BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

A.    Simpulan
Simpulan dari pengamatan adalah :
1.       Perbedaan yang sangat mencolok pada tumbuhan di tempat gelap, daunnya berwarna kuning dan lebih cepat tinggi daripada tumbuhan di tempat terang. Sedangkan pada tumbuhan tempat terang tetap berwarna hijau.
2.      Cahaya yang dibutuhkan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan, umumnya cahaya meninggi karena cahaya dapat menguraikan auksin (suatu hormon pertumbuhan)
B.     Saran
            Sebaiknya para petani jika ingin menanam yumbuhan kacang hijau memperhatikan hal-hal yang membuat tumbuhan itu tumbuh lebih cepat dan baik. Dan juga sedaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk selain tumbuhan kacang hijau.









BAB VI
PENUTUP
            Segala puji bagi Allah pemilik mata air cinta yang tiada pernah kering karena dengan aliran kasih sayangnya penulis bisa menyelesaikan penelitian dengan kesabaran dan kebahagiaan. Semoga dengan hasil penelitian ini bisa memberikan gambaran yang jelas dan gamblang tentang Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Kecambah Tanaman Kacang Hijau.
            Dalam penyusunan laporan penelitian ini, penulis menyadari masih banyak kesalahan dan kekurangan. Maka dari itu saran dan kritik yang membangun dari pembaca merupakan modal utama kami untuk meraih tangga kesuksesan.
Akhirnya tiada kata yang paling indah kecuali puji syukur alhamdulillah pada Allah SWT. 












LAMPIRAN
1.      Gambar Tim Foto Peneliti
2.      Gambar Tahap Hasil Penelitian
Keterangan : hari ke 1, ke 2, ke 3, ke 4, dan ke 5 (urutan dari atas ke samping kanan)

16 komentar:

  1. thank you so much..much...much

    BalasHapus
  2. makasihh mbk,...
    Bermanfaat banget kie..........:D

    BalasHapus
  3. sama sama semuanya :) maaf bila ada kekurangan ya :)

    BalasHapus
  4. gomawo chingu.... ^_^

    BalasHapus
  5. thanks yaaa ajeng , tp gmbrbya ga muncul ya ?

    BalasHapus
  6. boleh copy paste ga ?
    Makasih

    BalasHapus
  7. makasih ilmunya:)) semoga terbalaskan , serta bermanfaat :)) good luck

    BalasHapus
  8. Terima kasih~! jadi tahu dan punya gambaran gimana caranya buat karya ilmiah walaupun anak sosial (:

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah,, tuisannya cukup bermanfaat buat saya,, syukron bwt yg nulis :)

    BalasHapus
  10. all : sama-sama semuanya :) senang bisa membantu :)

    BalasHapus